Selain kawasan perumahan penduduk, kegiatan fogging pada hari pertama ini juga dilakukan di kawasan yang Polres OKI, kawasan perkantoran di Jalan Letnan Muchtar Saleh, beberapa sekolah-sekolah. Hakim menambahkan, fogging yang dilakukan oleh pihaknya ini hanya membunuh nyamuk penyebab DBD, sementara jentik-jentik nyamuk yang terdapat di berbagai tempat air yang menggenang tidak dapat dimusnahkan, oleh sebab itu peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan jauh lebih penting sehingga penyebaran DBD ini dapat diantisipasi. “Yang paling penting tetap menjaga kebersihan lingkungan, sementara petugas kita akan melakukan penyemprotan,’’ katanya.
Mengenai temuan kasus DBD yang tercatat di tim survailans Bidang P2PL Dinas Kesehatan OKI sampai dengan Selasa 10/1 petang yang terdapat 16 kasus, kesemua pasien dirawat di RSUD Kayuagung dan beberapa layanan kesehatan lain. “Data sampai dengan Senin petang ditemukan 14 kasus yang datang dari kecamatan Kota Kayuagung dan wilayah lain. Penderita dirawat di RSUD Kayuagung. Dan hari ini, Selasa 10/1 sampai dengan jam 4 sore survailans kita melaporkan adanya penambahan penderita sebanyak 2 orang,’’ ujar Kabid PP & PL H Baijuri SKM. Dua kasus terbaru tersebut, jelas Baijuri berasal dari Desa Pedamaran 6 dan Desa Sukaraja dan sudah dinyatakan positif DBD. “Petugas kita terus mengikuti perkembangan kasus DBD ini. Setiap harinya kita mengupdate data,’’





Comments :
Posting Komentar